Hanya dalam waktu 3 tahun, Tangerang telah berubah total. Dari daerah yang kotor, sepi, rawan dan berbagai kesan negatif lainnya telah menjadi hunian paling dilirik di seantero ibukota. Pohon-pohon hijau, jalan-jalan lebar, sekolah-sekolah kelas satu, universitas swasta terbaik di negeri ini, rumah sakit dan hunian-hunian yang tidak kalah dengan Pondok Indah mulai bermunculan bak jamur di musim hujan.
Tangerang tak ubahnya seperti bunga yang baru mekar, wangi dan ranum yang langsung disambangi lebah-lebah investor dengan giat membeli properti di semua Cluster yang ditawarkan. Bukan hal baru lagi, jika sebuah cluster baru dibuka, langsung ludes hari itu juga. Padahal, harganya bukan murah lo. Berkisar antara 500jutaan sampai milyaran.
Begitu keluar dari tol di wilayah Tangerang, baik di Alam Sutra, Serpong, Karawaci sampai Cikupa, kita akan langsung disambut dengan kemacetan, terutama sepanjang jalan raya Serpong. Artinya, Tangerang semakin padat. Tingkat pertumbuhan penduduk 3 tahun terakhir, khususnya daerah Gading Serpong, Alam Sutra dan BSD. Sementara daerah Lippo Karawaci, selain menjadi hunian, sepertinya diproyeksikan menjadi daerah urban yang dilengkapi dengan gedung-gedung pencakar langit. Oleh karenanya, wilayah Gading Serpong, wilayah yang berseberangan langsung dengan Lippo juga mulai menancapkan gedung-gedung tingginya. Hotel, kampus dan sebagainya menjadi daya tarik yang besar bagi mereka yang tidak mau kehilangan identitas kekotaannya. Disamping itu, kota Tangerang sendiri juga ikut berbenah. Disana sedang dibangun pula gedung tinggi dalam wilayah Tang City. Demikian juga dengan kota Modern dengan sejumlah apartemennya.
Alhasil, dengan semua perencanaan pembangunan yang terkesan jor-joran ini, pertanyaannya adalah, akan menjadi seperti apakah Tangerang 10 tahun dari sekarang? Adakah master plan bagi kota Tangerang? Apakah identitas kekotaan yang akan dibangun di Tangerang? Mengapa pula, Tangerang dibagi menjadi Tangerang Selatan dan kota Tangerang?
Sampai detik ini, penulis belum mendengar akan menjadi seperti apakah Tangerang Nantinya? Adakah model kota lain yang mirip dengan Tangerang seperti kota satelit metropolitan lainnya di dunia? Ini adalah hal yang perlu dipikirkan.
Dengan melihat sumber daya, letak geografis dan alam serta demografi lainnya, ada baiknya didiskusikan lebih lanjut di antara pengembang, pemerintah, pengusaha (pabrik2) dan pemangku kepentingan lainnya untuk duduk satu meja, memikirkan identitas dasar Tangerang sebagai metropolitan baru di Indonesia.
Dengan penduduk sekitar 2 juta (dengan Tangsel menjadi 3 jutaan), sudah selayaknya dipikirkan perencanaan yang lebih komprehensif bagi bagi kota Tangerang. Ciri khasnya, dan sebagainya. Hal ini nantinya menjadi model bagi pendirian kota-kota baru lainnya di Indonesia.
Pendapat penulis, semua kebutuhan bagi kota metropolitan telah dapat dipenuhi oleh Tangerang. Sehingga sebenarnya bukan tidak mungkin Tangerang dapat menjadi ibu kota negara republik Indonesia. Atau setidaknya menjadi propinsi sendiri dengan menjadikan beberapa kabupaten/kota menjadi wilayah Tangerang.
Rabu, 02 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar